Sunan an-Nasai Hadits 3847 - Diskusi Hukum Sewa Sawah
Penjelasan Ibnu Umar tentang Praktik Lahan Rafi'
Sunan an-Nasai : 3847
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3847
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ قَالَ حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ أَنَّ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ أَخْبَرَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَنَّ عُمُومَتَهُ جَاءُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ رَجَعُوا فَأَخْبَرُوا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْمَزَارِعِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا أَنَّهُ كَانَ صَاحِبَ مَزْرَعَةٍ يُكْرِيهَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَنَّ لَهُ مَا عَلَى الرَّبِيعِ السَّاقِي الَّذِي يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْمَاءُ وَطَائِفَةٌ مِنْ التِّبْنِ لَا أَدْرِي كَمْ هِيَ رَوَاهُ ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ فَقَالَ عَنْ بَعْضِ عُمُومَتِهِ
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Bazi'] telah menceritakan kepada kami [Fudhail] telah menceritakan kepada kami [Musa bin 'Uqbah] telah mengabarkan kepadaku [Nafi'] bahwa [Rafi' bin Khadij] mengabarkan kepada [Abdullah bin Umar] bahwa [paman- pamannya] datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian kembali dan mengabarkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari penyewaan ladang. Kemudian Abdullah berkata: "Sungguh kami tahu bahwa dia adalah pemilik sawah yang menyewakan sawahnya pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan syarat dia mendapatkan apa yang tumbuh pada sungai kecil yang memberi pengairan yang darinya air memancar, dan sekumpulan jerami, saya tidak mengetahui berapa jerami tersebut. Ibnu 'Aun meriwayatkannya dari Nafi' dari sebagian pamannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Adalah hal yang manusiawi jika sahabat pernah melakukan praktik yang dilarang sebelum mereka mengetahui wahyu larangannya.
- Membahas latar belakang pengalaman para sahabat kadang membantu kita melihat seberapa krusial konteks turunnya sebuah aturan.
- Membuat ketentuan panen khusus yang mengunci keuntungan pada titik lahan tertentu tidak bisa dibenarkan dalam Islam.
