Sunan an-Nasai Hadits 394 - Larangan Kencing di Air yang Menggenang
Larangan Keras Membuang Air Kecil di Genangan Air
Sunan an-Nasai : 394
Sunan an-NasaiNomor Hadis 394
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا حِبَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبُولَنَّ الرَّجُلُ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ أَوْ يَتَوَضَّأُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Janganlah kalian sekali-kali buang air kecil pada air yang menggenang, kemudian mandi atau wudlu dari air itu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mencemari tempat penampungan air milik umum dengan air kencing adalah perilaku jorok yang sangat diharamkan.
- Air yang tidak mengalir sangat rentan berubah hukumnya menjadi najis jika terkena kotoran walau dalam jumlah kecil.
- Diharamkan menggunakan air yang sudah positif tercemar kotoran manusia untuk keperluan bersuci mendirikan shalat.
