Sunan an-Nasai Hadits 3982 - Ancaman Budak Kabur Mati Kafir
Hukum Budak Kabur dan Ancaman Mati Kafir dalam Hadits
Sunan an-Nasai : 3982
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3982
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ كَانَ جَرِيرٌ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ وَإِنْ مَاتَ مَاتَ كَافِرًا وَأَبَقَ غُلَامٌ لِجَرِيرٍ فَأَخَذَهُ فَضَرَبَ عُنُقَهُ
Asy Sya'bi Diriwayatkan dari:
[Jarir] pernah menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:"Jika seorang budak kabur maka tidak akan diterima sholatnya, apabila ia mati maka ia mati dalam keadaan kafir."Budak kecil Jarir kabur kemudian ia menangkapnya lalu memenggal lehernya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Meninggalkan tanggung jawab secara sepihak diancam dengan hukuman tertolaknya ibadah wajib seperti sholat.
- Ada peringatan keras bahwa meninggal dalam kondisi belum bertaubat dari dosa besar ini dianggap seperti mati dalam kekufuran.
- Penerapan hukum di masa lalu dilakukan dengan sangat tegas untuk mencegah kerusakan dan pelanggaran aturan dalam masyarakat.
