Sunan an-Nasai Hadits 4167 - Wadah Kulit Samak
Praktik Penyamakan Kulit oleh Istri Nabi Muhammad SAW
Sunan an-Nasai : 4167
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4167
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رِزْمَةَ قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ سَوْدَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ مَاتَتْ شَاةٌ لَنَا فَدَبَغْنَا مَسْكَهَا فَمَا زِلْنَا نَنْبِذُ فِيهَا حَتَّى صَارَتْ شَنًّا
Saudah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berkata: kambing kami telah mati kemudian kami menyamak kulitnya dan kami masih terus membuat rendaman anggur padanya hingga menjadi geriba yang basah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keluarga Nabi SAW memberikan teladan langsung dalam mempraktikkan hidup yang hemat dan cermat.
- Kulit bangkai yang sudah disamak sangat suci, bahkan boleh digunakan untuk wadah minuman basah.
- Merendam buah-buahan ke dalam air menggunakan wadah kulit adalah hal yang biasa dilakukan oleh para sahabat.
