Sunan an-Nasai Hadits 4221 - Hukum Jual Beli Kucing dan Anjing
Hukum Jual Beli Kucing dan Anjing Menurut Hadits Nabi
Sunan an-Nasai : 4221
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4221
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ الْمِقْسَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ السِّنَّوْرِ وَالْكَلْبِ إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَحَدِيثُ حَجَّاجٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ لَيْسَ هُوَ بِصَحِيحٍ
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari harga kucing dan anjing kecuali anjing pemburu. Abu Abdurrahman berkata: dan hadits Hajjaj dari Hammad bin Salamah tidak shahih.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Secara umum, terdapat larangan dari Nabi untuk memperjualbelikan hewan seperti kucing dan anjing.
- Transaksi jual beli anjing pemburu dikecualikan karena hewan tersebut memiliki manfaat khusus yang diakui.
- Umat Islam diminta untuk selalu meneliti dan menjaga kehati-hatian dalam transaksi jual beli hewan.
