Sunan an-Nasai Hadits 4283 - Larangan Membakar dan Memusnahkan Semut
Kisah Nabi Terdahulu yang Ditegur karena Membakar Sarang Semut
Sunan an-Nasai : 4283
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4283
أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ بَيَانٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدٍ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ نَمْلَةً قَرَصَتْ نَبِيًّا مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ فَأَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ أَنْ قَدْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَهْلَكْتَ أُمَّةً مِنْ الْأُمَمِ تُسَبِّحُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Seekor semut menggigit seorang Nabi dari nabi-nabi terdahulu, lalu ia memerintahkan untuk menghancurkan bangsa semut dan membakar mereka, Kemudian Allah Azza wa jalla mewahyukan bahwa engkau telah digigit seekor semut, dan engkau telah membinasakan sebuah umat diantara umat-umat yang bertasbih.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang membakar dan menyiksa makhluk hidup dengan api secara berlebihan.
- Semut adalah salah satu kelompok umat makhluk Allah yang selalu bertasbih.
- Membalas keburukan hewan tidak boleh mengenai kelompok yang tidak bersalah.
- Manusia harus bisa menahan amarah terhadap gangguan kecil dari serangga.
