Sunan an-Nasai Hadits 4344 - Hukum Menyembelih dan Memakan Daging Kuda
Hukum Menyembelih dan Memakan Daging Kuda dalam Islam
Sunan an-Nasai : 4344
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4344
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ فَاطِمَةَ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ نَحَرْنَا فَرَسًا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَكَلْنَاهُ وَقَالَ قُتَيْبَةُ فِي حَدِيثِهِ فَأَكَلْنَا لَحْمَهُ خَالَفَهُ عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ
Asma' Diriwayatkan dari:
Kami menyembelih kuda pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan memakannya. Qutaibah berkata di dalam haditsnya: kemudian kami memakan dagingnya. ' Abdah bin Salman telah menyelisihinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Daging kuda termasuk dalam jenis makanan yang dihalalkan bagi umat Islam.
- Menyembelih kuda untuk dikonsumsi dagingnya adalah hal yang wajar dilakukan pada masa Nabi.
- Segala hewan yang dihalalkan agamanya bebas dikonsumsi selama cara penyembelihannya mengikuti aturan Islam.
