Sunan an-Nasai Hadits 4391 - Sahnya Jual Beli dengan Syarat
Kapan Jual Beli Dianggap Sah dan Hak Khiyar Berakhir?
Sunan an-Nasai : 4391
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4391
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا مُحْرِزٌ بُنُ الْوَضَّاحُ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَبَايِعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَفْتَرِقَا إِلَّا أَنْ يَكُونَ الْبَيْعُ كَانَ عَنْ خِيَارٍ فَإِنْ كَانَ الْبَيْعُ عَنْ خِيَارٍ فَقَدْ وَجَبَ الْبَيْعُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Dua orang yang berjual beli memiliki hak memilih selama mereka belum berpisah, kecuali jual beli tersebut dengan syarat adanya hak memilih, apabila jual beli tersebut dengan syarat adanya hak memilih maka jual beli tersebut telah tetap."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jual beli secara normal mengikat kedua belah pihak seketika setelah mereka berpisah tempat.
- Transaksi dengan khiyar bersyarat langsung dinyatakan sah mengikat sesuai isi persyaratannya.
- Hak pembatalan sepihak hilang begitu perpisahan fisik terjadi tanpa adanya protes atau perpanjangan syarat.
