Sunan an-Nasai Hadits 4402 - Kenyamanan Berbisnis dalam Islam
Aturan Pembatalan Transaksi Sebelum Meninggalkan Toko
Sunan an-Nasai : 4402
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4402
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ بَيِّعَيْنِ لَا بَيْعَ بَيْنَهُمَا حَتَّى يَتَفَرَّقَا إِلَّا بَيْعَ الْخِيَارِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap dua orang yang berjual beli tidak ada jual beli diantara mereka hingga mereka berpisah kecuali jual beli dengan syarat adanya hak memilih."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan mengecek barang secara saksama di tempat sebelum transaksi dikunci sepenuhnya.
- Pembatalan akad secara baik-baik saat masih di lokasi transaksi adalah hak yang dijamin syariat.
- Kesepakatan bersama adalah dasar dari setiap hukum jual beli, termasuk dalam menentukan masa garansi.
