Sunan an-Nasai Hadits 4452 - Larangan Untung dari Gagal Panen
Tanggung Jawab Penjual Saat Tanaman Terkena Musibah
Sunan an-Nasai : 4452
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4452
أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ جُرَيْجٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَاعَ ثَمَرًا فَأَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ فَلَا يَأْخُذْ مِنْ أَخِيهِ وَذَكَرَ شَيْئًا عَلَى مَا يَأْكُلُ أَحَدُكُمْ مَالَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: barang siapa yang menjual buah kemudian terkena bencana maka janganlah ia mengambil dari saudaranya sesuatupun, atas dasar apakah salah seorang dari kalian memakan harta saudaranya?"
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Penjual memiliki kewajiban moral dan hukum untuk mengembalikan uang jika barang hancur tanpa campur tangan pembeli.
- Larangan memeras orang yang sedang tertimpa kesusahan akibat batalnya transaksi karena bencana alam.
- Rasa kemanusiaan di saat terjadinya bencana alam harus lebih kuat dibandingkan surat kontrak bisnis tertulis.
