Sunan an-Nasai Hadits 4470 - Larangan Jual Beli Ruthab dengan Kurma
Hukum Jual Beli Ruthab dan Kurma dalam Timbangan
Sunan an-Nasai : 4470
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4470
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ الْفِرْيَابِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ زَيْدٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرُّطَبِ بِالتَّمْرِ فَقَالَ أَيَنْقُصُ إِذَا يَبِسَ قَالُوا نَعَمْ فَنَهَى عَنْهُ
Sa'd bin Malik Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai jual beli ruthab dengan kurma. Lalu beliau bertanya: "Apakah ruthab akan berkurang apabila mengering?" mereka berkata: ya. Kemudian beliau melarang.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Keadilan yang sangat presisi dalam takaran jual beli sangat diutamakan dan dilindungi dalam Islam.
- Transaksi barter yang takarannya bisa menyusut seiring waktu sangat dilarang dilakukan.
- Setiap aturan larangan ekonomi dalam Islam selalu memiliki penjelasan logis demi mencegah kerugian.
