Sunan an-Nasai Hadits 4740 - Kewajiban Ashabah Membayar Diyat Nyawa dan Janin
Kewajiban Ashabah Menanggung Diyat Nyawa dan Janin
Sunan an-Nasai : 4740
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4740
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ نُضَيْلَةَ الْخُزَاعِيِّ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ ضَرَبَتْ امْرَأَةٌ ضَرَّتَهَا بِعَمُودِ الْفُسْطَاطِ وَهِيَ حُبْلَى فَقَتَلَتْهَا فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِيَةَ الْمَقْتُولَةِ عَلَى عَصَبَةِ الْقَاتِلَةِ وَغُرَّةً لِمَا فِي بَطْنِهَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ عَصَبَةِ الْقَاتِلَةِ أَنَغْرَمُ دِيَةَ مَنْ لَا أَكَلْ وَلَا شَرِبَ وَلَا اسْتَهَلَّ فَمِثْلُ ذَلِكَ يُطَلَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسَجْعٌ كَسَجْعِ الْأَعْرَابِ فَجَعَلَ عَلَيْهِمْ الدِّيَةَ
Al Mughirah bin Syu'bah Diriwayatkan dari:
Seorang wanita memukul madunya yang sedang hamil dengan tiang tenda hingga dia membunuhnya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan diyat wanita yang dibunuh ditanggung oleh 'ashabah wanita yang membunuh dan denda berupa seorang budak untuk janin yang ada dalam perutnya.Kemudian seorang laki-laki dari 'ashabah wanita yang membunuh berkata: "Apakah kami menanggung denda orang yang tidak makan, tidak minum dan tidak menangis? Hal seperti itu adalah sesuatu yang dibatalkan." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah ini sajak seperti sajak orang-orang badui?" Kemudian beliau menjadikan mereka menanggung diyat.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Syariat Islam membedakan nilai denda antara nyawa seorang ibu dewasa dengan nyawa janin yang masih berada di perut, namun keduanya tetap dibela keadilannya.
- Menjadi tugas keluarga luas (ashabah) untuk membayar bersama beban hukuman denda anggota mereka dalam kasus pembunuhan yang tidak disengaja.
- Rasulullah sangat membenci penyusunan kata-kata manis berupa sajak jika kata-kata tersebut dimaksudkan untuk menipu atau menghindari kebenaran.
