Sunan an-Nasai Hadits 4851 - Batas Minimal Barang Curian
Syarat Potong Tangan: Curian Minimal Seperempat Dinar
Sunan an-Nasai : 4851
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4851
أَخْبَرَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْطَعُ يَدُ السَّارِقِ إِلَّا فِي رُبْعِ دِينَارٍ فَصَاعِدًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak dipotong tangan orang yang mencuri kecuali pada sesuatu seharga seperempat dinar ke atas."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukuman potong tangan memiliki batas minimal atau nishab yang jelas, yaitu seperempat dinar.
- Syariat Islam sangat menjunjung tinggi keadilan sehingga hukuman tidak dijatuhkan secara sembarangan.
- Aturan hukum ini dirancang untuk menjaga kehormatan dan melindungi harta benda setiap orang.
