Sunan an-Nasai Hadits 4852 - Batas Nilai Curian Seharga Tameng
Potong Tangan Berlaku untuk Curian Seharga Tameng
Sunan an-Nasai : 4852
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4852
أَخْبَرَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا قُدَامَةُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ أَنْبَأَنَا مَخْرَمَةُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْوَلِيدِ مَوْلَى الْأَخْنَسِيِّينَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُ كَانَتْ عَائِشَةُ تُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْطَعُ الْيَدُ إِلَّا فِي الْمِجَنِّ أَوْ ثَمَنِهِ
Harun bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Qudamah bin Muhammad], dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Makhramah] dari [ayahnya], dia berkata: "Saya mendengar [Utsman bin Abu Al Walid], budak dari orang-orang Akhnas yang telah dimerdekakan, dia berkata: "Saya mendengar ['Urwah bin Az Zubair] berkata: [Aisyah] menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Tidak dipotong tangan kecuali mencuri tameng atau yang seharga dengannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Harga sebuah tameng menjadi salah satu patokan awal batasan nilai pencurian.
- Islam tidak menghukum kejahatan bernilai kecil dengan sanksi fisik yang paling berat.
- Penegakan hukum senantiasa membutuhkan tolak ukur nilai kerugian yang nyata.
