Sunan an-Nasai Hadits 4856 - Patokan Hukuman Seharga Perisai

Nilai Perisai Sebagai Batas Minimal Hukuman Pencuri

Sunan an-NasaiNomor Hadis 4856

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمْ تُقْطَعْ يَدُ سَارِقٍ فِي أَدْنَى مِنْ حَجَفَةٍ أَوْ تُرْسٍ وَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ذُو ثَمَنٍ

Suwaid bin Nashr Diriwayatkan dari:

Telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari [Aisyah], ia berkata: "Tidak dipotong tangan pencuri sesuatu yang (harganya) dibawah harga perisai atau tameng, dan setiap dari keduanya memiliki harga."

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Harga perisai menjadi salah satu rujukan nilai dalam penetapan hukum tindak pidana pencurian.
  • Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menghukum potong tangan untuk curian yang sangat murah.
  • Penggunaan barang yang familiar di masyarakat membantu orang awam memahami aturan syariat.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami