Sunan an-Nasai Hadits 4862 - Konversi Nilai Tameng Satu Dinar
Perbandingan Hukuman: Seharga Satu Dinar atau Sepuluh Dirham
Sunan an-Nasai : 4862
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4862
أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا الْحَسَنُ بْنُ حَيٍّ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَطَاءٍ وَمُجَاهِدٍ عَنْ أَيْمَنَ قَالَ يُقْطَعُ السَّارِقُ فِي ثَمَنِ الْمِجَنِّ وَكَانَ ثَمَنُ الْمِجَنِّ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دِينَارًا أَوْ عَشْرَةَ دَرَاهِمَ
Aiman Diriwayatkan dari:
Dipotong tangan pencuri barang seharga tameng sedang harga tameng pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah satu dinar atau sepuluh dirham.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Satu dinar emas pada waktu itu diperkirakan setara dengan nilai sepuluh dirham perak.
- Nilai tameng yang menjadi standar hukum terhubung dengan dua jenis mata uang yang berlaku.
- Memberikan alternatif hitungan mata uang memperluas kejelasan penerapan hukum ke depannya.
