Sunan an-Nasai Hadits 487 - Asbabun Nuzul Al-Baqarah 115
Asbabun Nuzul Ayat Tentang Arah Wajah Allah saat Shalat di Kendaraan
Sunan an-Nasai : 487
Sunan an-NasaiNomor Hadis 487
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى دَابَّتِهِ وَهُوَ مُقْبِلٌ مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ وَفِيهِ أُنْزِلَتْ { فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ }
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat di atas hewan kendaraannya dan beliau dari arah Makkah ke arah Madinah, dan di situlah turun ayat:'Maka kemana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah.'" (Al-Baqarah: 115)
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Latar belakang turunnya Surah Al-Baqarah ayat 115 berkaitan erat dengan rukhshah (keringanan) ibadah shalat saat safar.
- Rasulullah senantiasa menjaga kedekatannya dengan Allah melalui shalat sunnah meskipun sedang lelah dalam perjalanan jauh.
- Dalam kondisi tertentu seperti saat bepergian, Allah memberikan keluasan rahmat bahwa semua arah adalah milik-Nya.
- Kewajiban menghadap kiblat menjadi fleksibel untuk ibadah yang bersifat tambahan (nawafil) ketika berada di atas tunggangan.
