Sunan an-Nasai Hadits 4896 - Menggantung Tangan Pencuri
Sunnah Menggantungkan Potongan Tangan di Leher Pencuri
Sunan an-Nasai : 4896
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4896
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ الْحَجَّاجِ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ قَالَ سَأَلْتُ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ عَنْ تَعْلِيقِ يَدِ السَّارِقِ فِي عُنُقِهِ قَالَ سُنَّةٌ قَطَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ سَارِقٍ وَعَلَّقَ يَدَهُ فِي عُنُقِهِ
Ibnu Muhairiz Diriwayatkan dari:
Saya bertanya kepada [Fadhalah bin 'Ubaid] mengenai penggantungan tangan pencuri di lehernya. Dia berkata: "Sunnah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memotong tangan pencuri dan menggantungkannya di lehernya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menunjukkan hukuman pelaku kejahatan di depan umum dapat memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas.
- Hukuman dalam Islam berfungsi sebagai cara ampuh untuk mencegah munculnya kejahatan serupa.
- Praktik menggantung potongan tangan pencuri di lehernya adalah contoh hukuman yang pernah ditunjukkan Rasulullah.
