Sunan an-Nasai Hadits 5014 - Larangan Riba dan Meratapi Mayit
Laknat bagi Pelaku Riba dan Larangan Meratap
Sunan an-Nasai : 5014
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5014
أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَنْبَأَنَا حُصَيْنٌ وَمُغِيرَةُ وَابْنُ عَوْنٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَمَانِعَ الصَّدَقَةِ وَكَانَ يَنْهَى عَنْ النَّوْحِ أَرْسَلَهُ ابْنُ عَوْنٍ وَعَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ
Ali Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang membawakannya dan penulisnya, penolak zakat, dan beliau juga melarang dari niyahah (meratapi mayit). Ibnu Aun dan 'Atha bin As Sa`ib memursalkan hadits ini.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pelaku, pemberi, dan penulis transaksi riba mendapatkan laknat dari Rasulullah.
- Menolak membayarkan zakat adalah perbuatan dosa yang mengundang laknat.
- Rasulullah melarang keras meratapi kematian seseorang secara berlebihan (niyahah).
- Umat Islam diajarkan untuk bersabar saat ditimpa musibah kematian.
