Sunan an-Nasai Hadits 5015 - Pengecualian Tato untuk Penyakit
Hukum Riba, Nikah Tahlil, dan Tato untuk Berobat
Sunan an-Nasai : 5015
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5015
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْحَارِثِ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَشَاهِدَهُ وَكَاتِبَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُوتَشِمَةَ قَالَ إِلَّا مِنْ دَاءٍ فَقَالَ نَعَمْ وَالْحَالُّ وَالْمُحَلَّلُ لَهُ وَمَانِعُ الصَّدَقَةِ وَكَانَ يَنْهَى عَنْ النَّوْحِ وَلَمْ يَقُلْ لَعَنَ
Al Harits Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat para pemakan riba, yang membawakannya, yang menyaksikannya, dan yang menulisnya. Wanita pentato dan wanita yang minta ditato." Al Harits berkata: "Kecuali karena penyakit?" beliau bersabda: "Benar, dan Al hallu, Al Muhalla lahu, dan penolak zakat." Beliau juga melarang dari An nauh (meratapi mayit), namun tidak melaknatnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seluruh pihak yang bersentuhan dengan riba (pemakan, pemberi, saksi, penulis) mendapat laknat.
- Tato dilarang keras, kecuali jika dilakukan karena alasan darurat medis atau pengobatan penyakit.
- Praktik pernikahan rekayasa demi menghalalkan mantan istri (tahlil) dilaknat oleh Nabi.
- Menangisi mayit secara histeris dilarang, meskipun tidak disebutkan adanya laknat khusus untuk itu.
