Sunan an-Nasai Hadits 5016 - Larangan Riba, Tato, dan Meratap
Tingkatan Dosa Riba, Tato, dan Meratapi Mayit
Sunan an-Nasai : 5016
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5016
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا خَلَفٌ يَعْنِي ابْنَ خَلِيفَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الشَّعْبِيِّ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَشَاهِدَهُ وَكَاتِبَهُ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُوتَشِمَةَ وَنَهَى عَنْ النَّوْحِ وَلَمْ يَقُلْ لَعَنَ صَاحِبَ
Asy Sya'bi Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat para pemakan riba, yang membawakannya, yang menyaksikannya dan penulisnya. Wanita pentato dan wanita yang minta ditato. Dan beliau juga melarang dari An Nauh (meratapi mayit), namun tidak mengatakan, '(Semoga Allah) melaknat pelaku…'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Laknat berlaku bagi semua pihak yang terkait transaksi riba tanpa terkecuali.
- Wanita dilarang keras membuka jasa tato atau meminta badannya ditato.
- Menjerit dan meratapi orang mati dilarang, namun status hukumnya sebatas larangan tanpa kata laknat dalam riwayat ini.
- Umat Islam wajib mencari rezeki yang bersih dari unsur riba.
