Sunan an-Nasai Hadits 5183 - Sejarah Stempel Surat
Taktik Diplomasi Cincin Stempel Surat ke Romawi
Sunan an-Nasai : 5183
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5183
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ بِشْرٍ وَهُوَ ابْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الرُّومِ فَقَالُوا إِنَّهُمْ لَا يَقْرَءُونَ كِتَابًا إِلَّا مَخْتُومًا فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي يَدِهِ وَنُقِشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Anas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermaksud menulis surat kepada (Raja) Rum, para sahabat lalu berkata: Mereka tidak mau membaca surat kecuali ada stempel di dalamnya." Beliau kemudian mengambil cincin dari perak, dan seakan aku melihat putihnya cincin tersebut melingkar di tangannya. Dan pada cincin tersebut bertuliskan 'Muhammad Rasulullah'."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Cincin ukiran perak dibuat sebagai alat adaptasi strategi diplomasi ketika Nabi mengirim surat dakwah ke raja asing.
- Nabi Muhammad SAW selalu mau mendengar dan mengamalkan saran yang baik dari para sahabatnya.
- Penggunaan stempel cap dalam surat menyurat kenegaraan telah diakui dan digunakan oleh Rasulullah.
