Sunan an-Nasai Hadits 5477 - Ketentuan Membuat Perasan Kurma dan Anggur
Panduan Tegas Larangan Mencampur Kurma Masak dan Anggur
Sunan an-Nasai : 5477
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5477
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعَافَى يَعْنِي ابْنَ عِمْرَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُنْبَذَ التَّمْرُ وَالزَّبِيبُ وَالتَّمْرُ وَالْبُسْرُ وَقَالَ انْتَبِذُوا الزَّبِيبَ فَرْدًا وَالتَّمْرَ فَرْدًا وَالْبُسْرَ فَرْدًا قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ أَبُو كَثِيرٍ اسْمُهُ يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
Abu Sa'id Al Khudri Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk mencampur antara kurma masak dengan anggur dan kurma masak dengan kurma muda. Beliau bersabda: "Peraslah anggur sendiri, kurma masak sendiri dan kurma muda secara sendiri." Abdurrahman berkata: "Abu Katsir namanya adalah Yazid bin Abdurrahman."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang keras menyatukan buah anggur dengan kurma masak di dalam satu tempat minuman rendaman.
- Perintah untuk menjauhi kebiasaan mencampur kurma matang dan kurma muda saat membuat air perasan.
- Bimbingan aplikatif bagi umat Islam untuk selalu menyajikan dan meminum perasan buah secara tunggal.
