Sunan an-Nasai Hadits 5506 - Kebijakan Umar bin Abdul Aziz
Aturan Mengolah Perasan Buah Menurut Khalifah
Sunan an-Nasai : 5506
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5506
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الطُّفَيْلِ الْجَزَرِيِّ قَالَ كَتَبَ إِلَيْنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ لَا تَشْرَبُوا مِنْ الطِّلَاءِ حَتَّى يَذْهَبَ ثُلُثَاهُ وَيَبْقَى ثُلُثَهُ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
Abdul Malik bin Ath Thufail Al Jazari Diriwayatkan dari:
[Umar bin Abdul Aziz] pernah menulis surat kepada kami, 'Janganlah kalian meminum perasan hingga menguap dua pertiganya dan tersisa sepertiganya, dan setiap yang memabukkan adalah haram'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Minuman perasan buah (ath-thila') yang dipanaskan baru dibolehkan ketika airnya tinggal sisa sepertiga agar kadar mabuknya musnah.
- Umar bin Abdul Aziz mengeluarkan peringatan supaya masyarakat patuh pada ketentuan meminum perasan buah yang direbus.
- Walaupun direbus, poin utamanya tetap sama, yakni barang yang masih memabukkan akan tetap dihukumi haram.
