Sunan an-Nasai Hadits 5539 - Larangan Minum dari Wadah Khamar
Larangan Minum dari Hasil Rendaman di Hantam, Duba, dan Naqir
Sunan an-Nasai : 5539
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5539
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ الْمُثَنَّى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الشُّرْبِ فِي الْحَنْتَمِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ
Suwaid bin Nashr Diriwayatkan dari:
Telah memberitakan kepada kami [Abdullah] dari [Al Mutsanna bin Sa'id] dari [Abu Al Mutawakkil] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang minuman dalam Al hantam, Ad Duba dan An Naqir."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan sangat keras meminum air perasan yang sengaja direndam dalam wadah Al Hantam, Ad Duba, dan An Naqir.
- Setiap bentuk wadah yang identik dengan industri pembuatan khamar dilarang penggunaannya oleh kaum Muslimin.
- Bukti kebijaksanaan yang dalam dari diri Nabi dalam menutup celah kelalaian terkecil yang bisa berujung pada konsumsi barang haram.
