Sunan an-Nasai Hadits 5553 - Wadah Batu untuk Nabidz
Anjuran Menggunakan Wadah Batu untuk Minuman Nabidz Saat Mendesak
Sunan an-Nasai : 5553
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5553
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قِرَاءَةً قَالَ وَقَالَ أَبُو الزُّبَيْرِ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَرِّ وَالْمُزَفَّتِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا لَمْ يَجِدْ سِقَاءً يُنْبَذْ لَهُ فِيهِ نُبِذَ لَهُ فِي تَوْرٍ مِنْ حِجَارَةٍ
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang Al Jarr (guci tembikar), Al Muzaffat, Ad Duba dan An Naqir. Dan jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mendapatkan wadah air minum yang bisa digunakan untuk membuat perasan, beliau membuatlah dalam wadah dari batu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan menggunakan wadah tembikar dan labu untuk membuat minuman perasan.
- Boleh menggunakan bejana berbahan batu sebagai alternatif yang aman untuk membuat nabidz.
- Islam memberikan kelonggaran dan jalan keluar saat kondisi tidak menemukan wadah yang ideal.
