Sunan an-Nasai Hadits 587 - Menunda Maghrib saat Safar

Meneladani Cara Nabi Menunda Maghrib ke Isya

Sunan an-NasaiNomor Hadis 587

أَخْبَرَنِي إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ شَيْخٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ عُمَرَ إِلَى الْحِمَى فَلَمَّا غَرَبَتْ الشَّمْسُ هِبْتُ أَنْ أَقُولَ لَهُ الصَّلَاةَ فَسَارَ حَتَّى ذَهَبَ بَيَاضُ الْأُفُقِ وَفَحْمَةُ الْعِشَاءِ ثُمَّ نَزَلَ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ عَلَى إِثْرِهَا ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ

Ismail bin Abdurahman Diriwayatkan dari:

Aku menemani [Ibnu 'Umar] ke Al Hima (Suatu daerah dekat Madinah), dan tatkala matahari terbenam aku berkata kepadanya: 'Shalat dulu'. Namun beliau tetap berjalan hingga lenyap cahaya putih di ufuk dan kegelapan 'Isya. Kemudian beliau singgah dan mengerjakan shalat Maghrib tiga rakaat. Lalu shalat dua rakaat setelahnya dan berkata: 'Dulu aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya seperti ini.'

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Seseorang yang berada dalam perjalanan diizinkan meneruskan lajunya walaupun sudah memasuki waktu ibadah tertentu.
  • Pelaksanaan shalat Maghrib bisa ditunda hingga cahaya di ufuk langit barat benar-benar lenyap menjadi gelap.
  • Mengerjakan shalat dengan mencontoh langsung kebiasaan Nabi membawa ketenangan pikiran dalam beribadah.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami