Sunan an-Nasai Hadits 605 - Adab Perjalanan Safar
Ketenangan Rasulullah Menunda Shalat Hingga Tiba di Muzdalifah
Sunan an-Nasai : 605
Sunan an-NasaiNomor Hadis 605
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَرْمَلَةَ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْدَفَهُ مِنْ عَرَفَةَ فَلَمَّا أَتَى الشِّعْبَ نَزَلَ فَبَالَ وَلَمْ يَقُلْ أَهْرَاقَ الْمَاءَ قَالَ فَصَبَبْتُ عَلَيْهِ مِنْ إِدَاوَةٍ فَتَوَضَّأَ وُضُوءًا خَفِيفًا فَقُلْتُ لَهُ الصَّلَاةَ فَقَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ فَلَمَّا أَتَى الْمُزْدَلِفَةَ صَلَّى الْمَغْرِبَ ثُمَّ نَزَعُوا رِحَالَهُمْ ثُمَّ صَلَّى الْعِشَاءَ
Usamah bin Zaid Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memboncengnya dari Arafah, dan setelah sampai di Syi'b (jalan setapak) beliau turun dan buang air kecil. Beliau tidak berkata: 'Tuangkan air.' Zaid berkata: "Aku menuangkan air kepadanya dari ember, lalu Beliau berwudhu dengan ringan. Lantas aku berkata kepada Beliau: 'Waktu Shalat telah tiba!' Beliau lalu berkata: 'Shalat (nanti) di depanmu.' Maka setelah sampai Muzdalifah beliau shalat Maghrib, kemudian mereka menurunkan barang bekalannya lalu beliau shalat 'Isya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan menunda pelaksanaan ibadah shalat saat di perjalanan jika tujuannya untuk dijamak di lokasi tujuan.
- Bersuci dengan wudhu yang ringan di tengah perjalanan adalah bagian dari kebiasaan baik saat safar.
- Menurunkan barang bawaan di tempat peristirahatan sebelum melanjutkan shalat memberikan ketenangan dalam beribadah.
