Sunan an-Nasai Hadits 612 - Kelalaian yang Disengaja
Ciri-Ciri Orang yang Dianggap Meremehkan Kewajiban Shalat
Sunan an-Nasai : 612
Sunan an-NasaiNomor Hadis 612
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِيمَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلَاةَ حَتَّى يَجِيءَ وَقْتُ الصَّلَاةِ الْأُخْرَى حِينَ يَنْتَبِهُ لَهَا
Abu Qatadah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sikap meremehkan itu tidak berlaku saat keadaan tidur, melainkan sikap meremehkan itu ada pada orang yang tidak mengerjakan shalat hingga tiba waktu shalat selanjutnya, sedangkan dia dalam keadaan sadar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sengaja meninggalkan satu waktu shalat hingga masuk ke waktu shalat lainnya adalah dosa kelalaian yang besar.
- Kondisi kehilangan kesadaran seperti tidur pulas tidak akan dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedisiplinan beribadah.
- Umat muslim dituntut untuk peka terhadap perputaran waktu dan memastikan setiap shalat dikerjakan pada porsinya.
