Sunan an-Nasai Hadits 670 - Menjawab Hayya 'Alash Shalah
Pengecualian Lafal dalam Menjawab Panggilan Adzan
Sunan an-Nasai : 670
Sunan an-NasaiNomor Hadis 670
أَخْبَرَنَا مُجَاهِدُ بْنُ مُوسَى وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ الْمِقْسَمِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى أَنَّ عِيسَى بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَ إِنِّي عِنْدَ مُعَاوِيَةَ إِذْ أَذَّنَ مُؤَذِّنُهُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ كَمَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ حَتَّى إِذَا قَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَلَمَّا قَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ وَقَالَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِثْلَ ذَلِكَ
'Alqamah bin Waqqash Diriwayatkan dari:
Aku pernah berada di sisi [Muawiyah] ketika muadzinnya mengumandangkan adzan, dan ternyata Muawiyah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin. Tatkala muadzin mengucapkan `Hayya 'alash shalaah' (Mari menuju sholat) dia mengucapkan: 'Laa haula walaa quwwata illaa billaah' (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah) dan ketika sampai ke lafazh, 'Hayya 'alal falaah' (Mari menuju kebahagiaan) dia juga mengucapkan: 'Laa haula walaa quwwata illaa billaah' (Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah).Setelah itu beliau mengucapkan seperti ucapan yang dikumandangkan oleh muadzin. Lantas dia berkata: 'Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan seperti itu.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Secara umum, kaidah menjawab adzan adalah dengan menirukan ucapan lisan muadzin dari kalimat takbir pertama hingga usai.
- Terdapat kekhususan cara menjawab pada lafal ajakan 'Hayya 'alash-shalaah' dan 'Hayya 'alal falaah', yaitu menggunakan bacaan hauqalah.
- Ucapan 'Laa haula walaa quwwata illaa billaah' merupakan bentuk kerendahan diri yang menyadari bahwa manusia tidak memiliki daya tanpa izin Tuhan.
- Langkah kaki dan kemampuan raga kita untuk dapat mendatangi masjid serta menunaikan shalat mutlak disandarkan pada rahmat pertolongan Allah.
