Sunan an-Nasai Hadits 669 - Praktik Sahabat Menjawab Adzan
Contoh Nyata dari Sahabat dalam Menjawab Seruan Adzan
Sunan an-Nasai : 669
Sunan an-NasaiNomor Hadis 669
أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ يَحْيَى الْأَنْصَارِيِّ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ فَأَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَكَبَّرَ اثْنَتَيْنِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَتَشَهَّدَ اثْنَتَيْنِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَتَشَهَّدَ اثْنَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ حَدَّثَنِي هَكَذَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ قَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ مُجَمِّعٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ الْمُؤَذِّنَ فَقَالَ مِثْلَ مَا قَالَ
Mujammi' bin Yahya Al Anshari Diriwayatkan dari:
Aku pernah duduk di sisi [Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif] lalu seorang muadzin mengumandangkan adzan, ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar'), maka dia bertakbir dua kali. Muadzin meneruskan adzannya, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH ('Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah'), dia ikut mengucapkan syahadat dua kali.Muadzin melanjutkan, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah'), dia ikut mengucapkan syahadat dua kali, kemudian berkata: "Beginilah [Mu'awiyah bin Abu Sufyan] bercerita kepadaku dari sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal ini.'"Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Mis'ar] dari [Mujammi'] dari [Abu Umamah bin Sahl] dia berkata: aku mendengar [Mu'awiyah radliyallahu 'anhu] berkata: "Aku mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau mendengar Mua'adzin, beliau mengucapkan sebagaimana yang muadzin ucapkan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menirukan dan merespons lafal adzan kalimat demi kalimat merupakan ajaran lisan yang dipraktikkan turun-temurun oleh para sahabat.
- Setiap muslim sangat dianjurkan untuk ikut bertakbir dan bersyahadat setiap kali mendengar muadzin membacakannya.
- Mengamalkan sunnah menjawab adzan berfungsi memperbarui dan menyegarkan ingatan kita akan inti ajaran agama Islam.
- Tindakan para sahabat yang menularkan ilmu dan praktik ibadah yang benar kepada murid-muridnya merupakan bentuk pengajaran yang harus ditiru.
