Sunan an-Nasai Hadits 883 - Menyelisihi Sunnah Jika Merapatkan Kaki Saat Shalat
Jangan Merapatkan Kaki, Inilah Sunnah Posisi Kaki Saat Shalat
Sunan an-Nasai : 883
Sunan an-NasaiNomor Hadis 883
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي مَيْسَرَةُ بْنُ حَبِيبٍ قَالَ سَمِعْتُ الْمِنْهَالَ بْنَ عَمْرٍو يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يُصَلِّي قَدْ صَفَّ بَيْنَ قَدَمَيْهِ فَقَالَ أَخْطَأَ السُّنَّةَ وَلَوْ رَاوَحَ بَيْنَهُمَا كَانَ أَعْجَبَ إِلَيَّ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Maisarah bin Habib] dia berkata: Aku mendengar [Al Minhal bin 'Amr] menceritakan dari [Abu 'Ubaidah] dari [Abdullah] bahwasanya ia melihat seorang lelaki sedang shalat dengan merapatkan kedua telapak kakinya. Lalu ia berkata: 'Dia telah menyelisihi sunnah, seandainya dia memisahkan keduanya, itu lebih aku sukai.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Posisi kaki yang benar ketika berdiri shalat adalah dengan memberikan jarak di antara keduanya, tidak dirapatkan.
- Penting bagi kita untuk terus belajar dan memperbaiki gerakan ibadah agar tidak menyalahi aturan agama.
- Ulama dan orang berilmu sangat dianjurkan meluruskan kesalahan ibadah orang lain dengan cara yang baik.
