Sunan Abu Daud Hadits 447 - Kriteria Menjadi Imam dan Muadzin
Menjadi Imam yang Bijaksana dan Muadzin yang Ikhlas
Sunan Abu Daud : 447
Sunan Abu DaudNomor Hadis 447
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ قَالَ قُلْتُ وَقَالَ مُوسَى فِي مَوْضِعٍ آخَرَ إِنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْنِي إِمَامَ قَوْمِي قَالَ أَنْتَ إِمَامُهُمْ وَاقْتَدِ بِأَضْعَفِهِمْ وَاتَّخِذْ مُؤَذِّنًا لَا يَأْخُذُ عَلَى أَذَانِهِ أَجْرًا
Utsman bin Abu Al 'Ash Diriwayatkan dari:
"Wahai Rasulullah, jadikanlah saya sebagai imam kaumku!" Beliau bersabda: "Kamu adalah imam mereka, dan jadikanlah makmum yang terlemah di antara mereka sebagai pertimbangan (ketika mengimami shalat), dan jadikanlah muadzin dari orang yang tidak mengambil upah adzannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang imam shalat wajib menyesuaikan panjang dan pendeknya bacaan dengan memperhatikan kondisi makmum terlemah.
- Posisi muadzin di masjid sebaiknya diisi oleh orang yang ikhlas tanpa mengharapkan upah atau bayaran materi.
- Kepedulian sosial dan kenyamanan umat harus selalu diutamakan dalam pelaksanaan ibadah yang bersifat jamaah.
