Shahih Bukhari Hadits 1677 - Safar Adalah Sebagian dari Siksaan
Mengapa Safar Disebut Sebagian dari Siksaan dalam Hadits Nabi?
Shahih Bukhari : 1677
Shahih BukhariNomor Hadis 1677
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنْ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ فَإِذَا قَضَى نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:"Bepergian (safar) itu adalah sebagian dari siksaan, yang menghalangi salah seorang dari kalian dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila dia telah selesai dari urusannya hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Safar secara alami membawa kesulitan dan menghalangi seseorang dari kenyamanan makan, minum, serta tidur yang cukup.
- Dianjurkan bagi seorang musafir untuk segera pulang ke rumah apabila urusan atau pekerjaannya telah tuntas.
- Islam sangat menghargai waktu berkumpul bersama keluarga dibandingkan berlama-lama tanpa tujuan di perjalanan.
