Shahih Bukhari Hadits 1722 - Menjaga Pandangan Mata Saat Berhaji
Menjaga Mata Dari Maksiat di Tengah Keramaian Ibadah Haji
Shahih Bukhari : 1722
Shahih BukhariNomor Hadis 1722
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ الْفَضْلُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَتْ امْرَأَةٌ مِنْ خَثْعَمَ فَجَعَلَ الْفَضْلُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا وَتَنْظُرُ إِلَيْهِ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْرِفُ وَجْهَ الْفَضْلِ إِلَى الشِّقِّ الْآخَرِ فَقَالَتْ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لَا يَثْبُتُ عَلَى الرَّاحِلَةِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ قَالَ نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Ketika Al Fadhal membonceng Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba datang seorang wanita dari suku Khats'am sehingga Al Fadhal memandangnya dan wanita itupun memandang kepadanya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengalihkan wajah Al Fadhal ke arah yang lain. Wanita itu berkata: "Sesungguhnya kewajiban yang telah Allah tetapkan sampai kepada bapakku ketika dia sudah berusia lanjut sehingga dia tidak mampu untuk menempuh perjalanannya, apakah boleh aku menghajikannya?". Beliau menjawab: "Ya". Peristiwa ini terjadi pada Haji Wada'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang muslim sangat diwajibkan untuk menundukkan dan menjaga pandangan matanya dari lawan jenis yang bukan mahram, apalagi dalam kondisi ibadah.
- Pemimpin atau pendidik diperbolehkan memberikan perlakuan fisik ringan yang mendidik kepada muridnya guna mencegah terjadinya tindakan maksiat.
- Hukum membiayai atau mewakilkan pelaksanaan ibadah haji (badal) untuk keluarga yang cacat fisik atau sakit keras dinyatakan sah secara agama.
