Shahih Bukhari Hadits 1728 - Haji Mabrur Sebagai Puncak Jihad Wanita
Tak Perlu Angkat Senjata, Haji Mabrur Adalah Jihad Terbaik Wanita
Shahih Bukhari : 1728
Shahih BukhariNomor Hadis 1728
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ قَالَ حَدَّثَتْنَا عَائِشَةُ بِنْتُ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَغْزُو وَنُجَاهِدُ مَعَكُمْ فَقَالَ لَكِنَّ أَحْسَنَ الْجِهَادِ وَأَجْمَلَهُ الْحَجُّ حَجٌّ مَبْرُورٌ فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَلَا أَدَعُ الْحَجَّ بَعْدَ إِذْ سَمِعْتُ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
"Wahai Rasululloh, apakah kami tidak boleh ikut berperang dan berjihad bersama kalian?" Maka Beliau menjawab: "Akan tetapi (buat kalian) jihad yang paling baik dan paling sempurna adalah haji, yaitu haji mabrur". Maka 'Aisyah berkata: "Maka aku tidak pernah meninggalkan haji sejak aku mendengar keterangan ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kewajiban ikut berperang dengan mengangkat senjata tajam di medan tempur sama sekali tidak dibebankan kepada golongan perempuan dalam Islam.
- Kesulitan, pengorbanan harta, dan tenaga di saat melakukan ibadah haji yang mabrur nilai pahalanya disejajarkan oleh Allah dengan perjuangan mati di jalan jihad.
- Mengejar predikat haji mabrur (haji yang suci bebas dosa) menjadi tujuan dan cita-cita paling mulia bagi kaum perempuan dan orang yang punya fisik lemah.
