Shahih Bukhari Hadits 1922 - Khusyuk Shalat Jumat
Jangan Tinggalkan Khutbah Jumat Demi Urusan Dunia
Shahih Bukhari : 1922
Shahih BukhariNomor Hadis 1922
حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَقْبَلَتْ عِيرٌ وَنَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ فَانْفَضَّ النَّاسُ إِلَّا اثْنَيْ عَشَرَ رَجُلًا فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا }
Jabir Diriwayatkan dari:
Ketika kami sedang shalat Jum'at bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datang rombongan dagang. Maka orang-orang melirik (dan berhamburan pergi) kecuali hanya dua belas orang.Maka kemudian turunlah ayat ini {WA IDZAA RA-AW TIJARATAN AW LAHWAN FADHDHUU ILAIHAA WA TARAKUUKA QAA-IMAN} (Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, maka mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu ketika kamu sedang berdiri menyampaikan berkhuthbah) (Al Jumu'ah: 12).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mendengarkan khutbah Jumat adalah bagian dari ibadah yang harus diikuti dengan penuh ketenangan.
- Urusan bisnis, pekerjaan, dan harta tidak boleh dijadikan alasan untuk meremehkan shalat Jumat.
- Sikap konsisten beribadah meskipun ada godaan dunia yang besar adalah tanda kuatnya keimanan.
