Shahih Bukhari Hadits 2167 - Menghidupkan Tanah Mati
Motivasi Islam: Membuka dan Menghidupkan Lahan yang Terbengkalai
Shahih Bukhari : 2167
Shahih BukhariNomor Hadis 2167
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْمَرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ قَالَ عُرْوَةُ قَضَى بِهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي خِلَافَتِهِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Siapa yang memanfaatkan tanah yang tidak ada pemiliknya (tanah tak bertuan), maka orang itu yang paling berhak atasnya."'Urwah berkata: 'Umar radliyallahu 'anhu menerapkannya dalam kekhilafahannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang mau bersusah payah menghidupkan dan memproduktifkan tanah terlantar yang kosong berhak menjadi pemilik resmi tanah tersebut.
- Islam melarang umatnya menjadi pemalas dan sangat menghargai tenaga manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam agar tidak terbengkalai.
- Aturan negara tentang pembagian hak kepemilikan lahan harus ditujukan untuk mendorong aktivitas masyarakat yang positif dan bernilai guna.
