Sunan an-Nasai Hadits 1636 - Amal Ibadah Paling Dicintai Adalah yang Kontinyu
Pentingnya Konsistensi Beramal dan Keringanan Shalat Sunnah Duduk
Sunan an-Nasai : 1636
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1636
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ مَا مَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ أَكْثَرُ صَلَاتِهِ قَاعِدًا إِلَّا الْفَرِيضَةَ وَكَانَ أَحَبُّ الْعَمَلِ إِلَيْهِ أَدْوَمَهُ وَإِنْ قَلَّ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat hingga kebanyakan shalatnya adalah sambil duduk, kecuali shalat fardlu. Perbuatan yang paling dicintai adalah yang dilakukan secara kontinyu, walaupun sedikit.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah mencontohkan shalat sunnah duduk saat fisiknya sudah mulai melemah menjelang wafat.
- Shalat fardhu merupakan kewajiban yang sebisa mungkin harus dikerjakan dengan berdiri.
- Kualitas ibadah dinilai dari keistiqamahannya, bukan sekadar dari besar atau banyaknya amalan tersebut.
- Ibadah yang kecil namun dilakukan setiap hari sangat disukai oleh Allah.
