Sunan an-Nasai Hadits 1662 - Pola Tidur dan Bangun Malam Rasulullah
Cara Tidur dan Bangun Malam Rasulullah Sesuai Sunnah
Sunan an-Nasai : 1662
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1662
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ ثُمَّ يَقُومُ فَإِذَا كَانَ مِنْ السَّحَرِ أَوْتَرَ ثُمَّ أَتَى فِرَاشَهُ فَإِذَا كَانَ لَهُ حَاجَةٌ أَلَمَّ بِأَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ وَثَبَ فَإِنْ كَانَ جُنُبًا أَفَاضَ عَلَيْهِ مِنْ الْمَاءِ وَإِلَّا تَوَضَّأَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Al Aswad bin Yazid Diriwayatkan dari:
Aku bertanya kepada ['Aisyah] tentang cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu ia menjawab: "Beliau tidur pada permulaan malam, kemudian bangun. Jika waktu sudah mendekati Subuh maka beliau mengerjakan shalat witir, kemudian kembali ke tempat tidurnya. Bila beliau punya hajat terhadap istrinya maka beliau bersetubuh dengan istrinya, dan jika beliau mendengar adzan maka beliau segera beranjak. Jika beliau dalam keadaan junub, beliau menyiram diri dengan air (mandi) sedangkan jika tidak junub maka beliau hanya berwudlu kemudian keluar untuk shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dianjurkan untuk segera tidur di awal malam agar memiliki tenaga untuk bangun beribadah di sepertiga malam terakhir.
- Pelaksanaan shalat witir paling utama disyariatkan pada waktu menjelang sahur atau Subuh.
- Menjaga kebersihan dan kesucian badan dengan segera mandi besar jika sedang dalam kondisi junub ketika masuk waktu shalat.
