Sunan an-Nasai Hadits 2096 - Teguran Mendahului Waktu Bulan
Ketegasan Ibnu Abbas Menolak Mendahului Puasa Ramadhan
Sunan an-Nasai : 2096
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2096
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حُنَيْنٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَجِبْتُ مِمَّنْ يَتَقَدَّمُ الشَّهْرَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ
Muhammad bin 'Abdullah bin Yazid Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru bin Dinar] dari [Muhammad bin Hunain] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Aku heran terhadap orang yang mendahului bulan, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah dan jika kalian melihatnya, berbukalah. Jika -hilal- tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah bilangan -bulan- menjadi tiga puluh hari."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak diperkenankan untuk sengaja mengambil langkah berpuasa mendahului jatuhnya bulan Ramadhan akibat dihantui keraguan.
- Prosedur berpuasa harian secara paten selalu terkait erat dengan keberhasilan mengamati hilal ataupun pelengkapan waktu karena awan.
- Kaum muslimin sangat diarahkan untuk mematuhi pesan utusan Allah sehingga keliru menakar jatuhnya tanggal ibadah dapat dicegah.
