Sunan an-Nasai Hadits 2127 - Ukuran Jarak Sahur Lima Puluh Ayat
Mengukur Jarak Sahur ke Waktu Subuh
Sunan an-Nasai : 2127
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2127
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ زُعِمَ أَنَّ أَنَسًا الْقَائِلُ مَا كَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَالَ قَدْرُ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً
Zaid bin Tsabit Diriwayatkan dari:
Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, kemudian kami berdiri untuk melaksanakan shalat. Aku bertanya: (ada anggapan bahwa yang bertanya adalah Anas), 'Berapa jarak diantara hal tersebut? Ia menjawab: 'Seukuran orang membaca lima puluh ayat.'
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dahulu para sahabat menjadikan bacaan Al-Qur'an sebagai parameter umum dalam mengukur waktu.
- Sisa durasi setelah sahur bisa dioptimalkan dengan membersihkan diri untuk menyongsong shalat.
- Membiasakan mengakhirkan sahur adalah metode yang unggul untuk menyempurnakan ibadah puasa harian.
