Sunan an-Nasai Hadits 2225 - Berbuka Lebih Baik Saat Kelelahan Safar
Teguran Nabi Bagi Musafir yang Memaksakan Puasa Sampai Lemas
Sunan an-Nasai : 2225
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2225
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نَاسًا مُجْتَمِعِينَ عَلَى رَجُلٍ فَسَأَلَ فَقَالُوا رَجُلٌ أَجْهَدَهُ الصَّوْمُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul mengerumuni seseorang, lalu beliau bertanya? mereka menjawab: "Ia adalah orang yang tertekan -karena- puasa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibadah wajib sekalipun tidak boleh jadi alasan untuk menyiksa kondisi medis tubuh sendiri.
- Rasulullah melarang keras umatnya berpuasa dalam safar jika sudah sampai tahap merepotkan orang lain.
- Menggunakan akal sehat dengan berbuka puasa saat darurat adalah bentuk kebaikan dan ketaatan.
