Sunan an-Nasai Hadits 3247 - Larangan Memadu Wanita dengan Bibinya
Hukum Poligami: Larangan Memadu Wanita dengan Bibinya
Sunan an-Nasai : 3247
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3247
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُنْكَحَ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا أَوْ عَلَى خَالَتِهَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seorang wanita dinikahi sebagai madu bagi saudara wanita ayahnya atau sebagai madu bagi saudara wanita ibunya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam melarang laki-laki mengumpulkan seorang wanita dan bibinya (baik dari pihak ayah maupun ibu) sebagai istri dalam waktu yang bersamaan.
- Larangan ini berfungsi untuk menjaga keharmonisan dan mencegah rusaknya tali silaturahmi antar kerabat dekat.
- Pernikahan dalam Islam sangat memperhatikan tata krama dan perlindungan terhadap hubungan kekeluargaan agar tidak timbul permusuhan.
