Sunan an-Nasai Hadits 3249 - Hukum Bertemu Paman dari Jalur Susuan
Status Kemahraman Paman dari Jalur Persusuan
Sunan an-Nasai : 3249
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3249
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عِرَاكٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّ عَمَّهَا مِنْ الرَّضَاعَةِ يُسَمَّى أَفْلَحَ اسْتَأْذَنَ عَلَيْهَا فَحَجَبَتْهُ فَأُخْبِرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَحْتَجِبِي مِنْهُ فَإِنَّهُ يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ
Qutaibah Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yazid bin Abi Habib] dari ['Irak] dari ['Urwah] dari [Aisyah] bahwa ia telah mengabarkan kepadanya bahwa pamannya dari persusuan yang dipanggil Aflah meminta izin kepadanya, kemudian ia menutup diri darinya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberitahu, kemudian beliau bersabda: "Janganlah engkau menutup diri darinya, sesungguhnya sesuatu yang haram karena nasab adalah haram karena persusuan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Paman dari jalur persusuan adalah mahram yang sah, sehingga seorang wanita diperbolehkan menampakkan aurat mahram di hadapannya.
- Hukum persusuan tidak hanya berlaku antara anak dan ibu susu, tetapi meluas ke kerabat ibu susu seperti halnya nasab biasa.
- Sikap Aisyah menunjukkan teladan yang baik tentang perlunya berhati-hati dalam berinteraksi sebelum mengetahui hukum syariat yang pasti.
