Sunan an-Nasai Hadits 4089 - Baiat untuk Mati
Keberanian Salamah bin Al-Akwa': Janji Mati di Hadapan Rasulullah
Sunan an-Nasai : 4089
Sunan an-NasaiNomor Hadis 4089
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ قُلْتُ لِسَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَلَى أَيِّ شَيْءٍ بَايَعْتُمْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ قَالَ عَلَى الْمَوْتِ
Qutaibah Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] dari [Yazid bin Abu 'Ubaid], ia berkata: saya berkata kepada [Salamah bin Al Akwa']: untuk sesuatu apakah kalian membaiat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari di Hudaibiyah? Ia berkata: untuk mati.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sahabat Nabi memiliki tingkat keberanian dan pengorbanan tertinggi demi membela tegaknya agama Allah.
- Berjanji untuk mati di jalan Allah menunjukkan niat yang bulat tanpa ada keraguan sedikit pun dalam berjuang.
- Perbedaan ungkapan para sahabat semata-mata mencerminkan kedalaman rasa cinta mereka kepada Rasulullah.
