Sunan an-Nasai Hadits 5472 - Larangan Mencampur Buah untuk Nabidz
Larangan Mencampur Dua Jenis Buah Saat Membuat Minuman Nabidz
Sunan an-Nasai : 5472
Sunan an-NasaiNomor Hadis 5472
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَنْبِذُوا الزَّهْوَ وَالرُّطَبَ جَمِيعًا وَلَا الْبُسْرَ وَالزَّبِيبَ جَمِيعًا وَانْبِذُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَلَى حِدَتِهِ
Abu Qatadah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian membuat nabidz dari Az Zahwu (kurma mentah hampir masak) dan ruthab (kurma segar) secara bersamaan, dan kurma muda dengan anggur secara bersamaan. Namun buatlah setiap masing-masing itu secara terpisah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dilarang mencampur kurma mentah (az-zahwu) dan kurma segar (ruthab) di dalam satu wadah perasan.
- Larangan keras untuk menggabungkan rendaman kurma muda dan buah anggur secara bersamaan.
- Perintah untuk membuat minuman perasan dari tiap jenis buah secara terpisah demi menjaga kehalalannya.
