Shahih Bukhari Hadits 1862 - Sejarah Puasa Asyura
Hadits Riwayat Aisyah: Sejarah Peralihan Puasa Wajib Asyura Menjadi Sunnah
Shahih Bukhari : 1862
Shahih BukhariNomor Hadis 1862
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan puasa pada hari 'Asyura' (10 Muharam). Setelah diwajibkan puasa Ramadhan, maka siapa yang mau silakan berpuasa dan siapa yang tidak mau silakan berbuka (tidak berpuasa).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Puasa Asyura pernah diwajibkan sebelum turunnya perintah wajib puasa Ramadhan.
- Kewajiban puasa Asyura gugur dan berubah menjadi amalan sunnah setelah adanya puasa Ramadhan.
- Islam menerapkan hukum syariat secara bertahap agar mudah diamalkan oleh masyarakat.
