Shahih Bukhari Hadits 2207 - Larangan Jual Beli Sistem Ijon
Menghindari Spekulasi dan Praktik Ijon dalam Perdagangan Hasil Bumi
Shahih Bukhari : 2207
Shahih BukhariNomor Hadis 2207
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُخَابَرَةِ وَالْمُحَاقَلَةِ وَعَنْ الْمُزَابَنَةِ وَعَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا وَأَنْ لَا تُبَاعَ إِلَّا بِالدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ إِلَّا الْعَرَايَا
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang Al Mukhabarah, Al Muhaqalah, Al Muzabanah dan jual beli buah-buahan (dari pohon) hingga telah nampak baiknya dan tidak boleh dijual sesuatupun darinya selain dengan dinar dan dirham kecuali 'Ariyyah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam menutup rapat segala pintu perdagangan komoditas yang menjurus pada ketidakpastian tinggi, spekulasi hasil tani yang abu-abu, ataupun permainan nasib merugikan.
- Petani dan pengepul dilarang untuk berbisnis borongan jual beli buah ladang jika buahnya masih berwujud muda tanpa ada jaminan selamat sampai periode panen tiba.
- Perputaran ekonomi idealnya harus bersandar pada pemakaian alat pembayaran konstan dan mengedepankan asas keadilan transaksi terhindar dari pemerasan sistem ijon.
