Sunan an-Nasai Hadits 2279 - Qadha Puasa Wanita Haid
Aturan Qadha Puasa dan Shalat bagi Wanita Haid di Sunan An-Nasai 2279
Sunan an-Nasai : 2279
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2279
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا عَلِيٌّ يَعْنِي ابْنَ مُسْهِرٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ أَتَقْضِي الْحَائِضُ الصَّلَاةَ إِذَا طَهُرَتْ قَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ نَطْهُرُ فَيَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا يَأْمُرُنَا بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ
Mu'adzah Al 'Adawiyyah Diriwayatkan dari:
Seorang wanita bertanya kepada ['Aisyah], "Apakah seorang wanita yang haidl boleh mengqadla shalat jika telah suci?" Aisyah berkata: "Apakah kamu berpaham Haruriyah (golongan Khawarij)? Kami pernah mengalami haidl pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, setelah suci, beliau menyuruh kami untuk mengganti puasa dan tidak menyuruh kami untuk mengqadla shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wanita muslimah yang sedang haid dibebaskan secara total dari kewajiban shalat dan tidak perlu menggantinya di hari yang lain.
- Kewajiban untuk mengganti ibadah wajib bagi wanita haid hanya dikhususkan untuk ibadah puasa di bulan Ramadhan.
- Pentingnya merujuk dan belajar pada pemahaman keluarga Nabi dalam urusan ibadah agar terhindar dari aturan agama yang mengada-ada.
